Tumor Ganas pada Vulva

Tumor ganas (kanker) Vulva

a.   Pengertian
·         Vulva merupakan bagian luar dari sistem reproduksi wanita, yang meliputi labia, lubang vagina, lubang uretra dan klitoris.
·         Tumor ganas vulva adalah kanker yang tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali pada daerah vulva dan merusak jaringan sekitarnya.
b.  Epidemologi
80-85% terdapat pada wanita baik (pasca menopause), terutama yang dalam dekade ke-7 sebagai puncak insidensi, paling tidak mengenai 30%.
c.   Etiologi
Tidak banyak diketahui mengenai etiologi jenis tumor ganas ini, meskipun disebut tentang lambatnya menarche (15-17 tahun) dan awalnya menopous (40 tahun) dalam riwayat penyakitnya.
d.  Patologi
Lesi primer sering berupa ulkus dengan tepi induratif (ulcero-granulating) atau sebagai tumbuhan eksofitik (kutil) dengan tempat predileksi terutama di labia mayora, labia minora, klitoris dan komisura posterior. Lesi bilateral tidaklah jarang, bahkan kedua labia mayora dapat simetris terkena (kissing).
e.      Klasifikasi
·         Karsinoma sel skuamosa
Karsinoma sel skuamosa berasal dari sel-sel skuamosa yang merupakan jenis sel kulit yang utama. Kanker jenis ini biasanya terbentuk secara perlahan selama bertahun-tahun dan biasanya didahului oleh suatu perubahan prekanker yang mungkin berlangsung selama beberapa tahun. 
Istilah kedokteran yang sering digunakan untuk keadaan prekanker ini adalah Neoplasma Intraepitel Vulva (NIV). Intraepitel artinya sel-sel prekanker terbatas pada epitel yang merupakan lapisan permukaan pada kulit vulva. NIV terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu NIV1, NIV2, and NIV3. Istilah lainnya untuk NIV adalah displasia. Tingkat keparahan perubahan prekanker mulai dari yang terendah sampai yang terberat:
- NIV1 atau displasia ringan
- NIV2 atau displasia menengah
- NIV3 atau displasia berat
- Karsinoma in situ
- Karsinoma invasif. 
·         Melanoma
Melanoma berasal dari sel penghasil pigmen yang memberikan warna pada kulit. 
·         Sarkoma
Sarkoma adalah tumor jaringan ikat di bawah kulit yang cenderung tumbuh dengan cepat. Sarkoma vulva bisa menyerang semua golongan usia, termasuk anak-anak. 
·         Karsinoma sel basal
Karsinoma sel basal sangat jarang terjadi pada vulva, karena biasanya menyerang kulit yang terpapar oleh sinar matahari.
·         Adenokarsinoma
Sejumlah kecil kanker vulva berasal dari kelenjar dan disebut adenokarsinoma. Beberapa diantaranya berasal dari kelenjar Bartholin yang ditemukan pada lubang vagina dan menghasilkan cairan pelumas yang menyerupai lendir. Kebanyakan kanker kelenjar Bartholin adalah adenokarsinoma, tetapi beberapa diantaranya (terutama yang tumbuh dari saluran kelenjar) merupakan karsinoma sel transisional atau karsinoma sel skuamosa. Meskipun agak jarang, adenokarsinoma juga bisa berasal dari kelenjar keringat pada kulit vulva.
f.    Faktor resiko
·         Infeksi HPV atau kutil kelamin (kutil genitalis) HPV merupakan virus penyebab kutil kelamin dan ditularkan melalui hubungan seksual.
·          Pernah menderita kanker leher rahim atau kanker vagina
·         Infeksi sifilis
·         Diabetes
·         Obesitas
·         Tekanan darah tinggi.
·         Usia
Tigaperempat penderita kanker vulva berusia diatas 50 tahun dan dua pertiganya berusia diatas 70 tahun ketika kanker pertama kali terdiagnosis. Usia rata-rata penderita kanker invasif adalah 65-70 tahun.
·         Hubungan seksual pada usia dini
·         Berganti-ganti pasangan seksual
·         Merokok
·         Infeksi HIV
HIV adalah virus penyebab AIDS. Virus ini menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga wanita lebih mudah mengalami infeksi HPV menahun. Golongan sosial-ekonimi rendah.Hal ini berhubungan dengan pelayanan kesehatan yang adekuat, termasuk pemeriksaan kandungan yang rutin.
·         Neoplasia intraepitel vulva (NIV)
·         Liken sklerosus
Penyakit ini menyebabkan kulit vulva menjadi tipis dan gatal.
·         Peradangan vulva menahun
·         Melanoma atau tahi lalat atipik pada kulit selain vulva.
g.    Gejala
Kanker vulva mudah dilihat dan teraba sebagai benjolan, penebalan ataupun luka terbuka pada atau di sekitar lubang vagina. Kadang terbentuk bercak bersisik atau perubahan warna. Jaringan di sekitarnya mengkerut disertai gatal-gatal. Pada akhirnya akan terjadi perdarahan dan keluar cairan yang encer. Gejala lainnya adalah: 
·           nyeri ketika berkemih 
·           nyeri ketika melakukan hubungan seksual. 
Hampir 20% penderita yang tidak menunjukkan gejala. 
h.    Stadium
Stadium
Kriteria
0
Karsinoma in situ, karsinoma intraepitel seperti pada penyakit Bowen, penyakit Paget yang noninvasif
I
Tumor terbatas pada vulva dengan diameter terbesar 2 cm / kurang kelenjar di lipat paha tak teraba, atau teraba tidak membesar dan mudah digerakan (mobil), klinis tidak mencurigakan adanya anak sebar di situ.
II
Tumor terbatas pada vulva dengan diameter > 2 c, kelejar di lipat paha ( inguinal )tidak teraba bilateral, tidak membesar dan mobil, klinis tidak mencurigakan adanya anak sebar di situ.
III
Tumor dari setiap ukuran dengan :
1) Perluasan ke urethra, atau vagina, perineum dan anus
2) Pembesaran kelenjar lipat pada uni/ bilateral, mobil tapi klinis mencurigakan telah terinfiltrasi oleh sel tumor.
IV
Tumor dari setiap ukuran yang :
1) Telah menginfiltrasi kandung kemih, mukosa rektum, atau ke dua-duanya termasuk bagian proksimal dari urethra
2) Telah menyebar ke tulang atau metastasis jauh.
i.      Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil biopsi jaringan. Jika hasil biopsi menunjukkan bahwa telah terjadi kanker vulva, maka dilakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebaran kanker ke daerah lain:
·         Sistoskopi (pemeriksaan kandung kemih)
·         Proktoskopi (pemeriksaan rektum)
·         Pemeriksaan panggula dibawah pengaruh obat bius
·         Rontgen dada
·         CT scan dan MRI.
j.   Pengobatan
Terdapat 3 jenis pengobatan untuk penderita kanker vulva:
·         Pembedahan 
- Eksisi lokal luas : dilakukan pengangkatan kanker dan sejumlah jaringan normal di sekitar kanker.
- Eksisi lokal radikal : dilakukan pengangkatan kanker dan sejumlah besar jaringan normal di sekitar kanker, mungkin juga disertai dengan pengangkatan kelenjar getah bening.
- Bedah laser : menggunakan sinar laser untuk mengangkat sel-sel kanker.
- Vulvektomi skinning : dilakukan pengangkatan kulit vulva yang mengandung kanker.
- Vulvektomi simplek : dilakukan pengangkatan seluruh vulva.
-  Vulvektomi parsi
- Eksenterasi panggul : jika kanker telah menyebar keluar vulva dan organ wanita lainnya, maka dilakukan pengangkatan organ yang terkenal (misalnya kolon, rektum, atau kantung kemih) bersamaan dengan pengangkatan leher rahim, rahim, dan vagina. Untuk membuat vulva atau vagina buatan setelah pembedahan, dilakukan pencangkokan kulit dari bagian tubuh lainnya dan bedah plastik.
·      Terapi penyinaran
Pada terapi penyinaran digunakan sinar X atau sinar berenergi tinggi lainnya untuk membunuh sel-sel kanker dan memperkecil ukuran tumor.
·      Kemoterapi
Pada kemoterapi digunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.
Pengobatan kanker vulva tergantung kepada stadium dan jenis penyakit serta usia dan keadaan umum penderita.
·      Kanker vulva stadium 0
-      Eksisi lokar luas atau bedah laser, atau kombinasi keduanya
-      Vulvektomi skinning
-      Salep yang mengandung obat kemoterapi
·      Kanker vulva stadium l
-      Eksisi lokal luas
-      Eksisi lokal radikal, pengangkatan seluruh kelenjar getah bening selangkangan dan paha bagian atas terdekat pada sisi yang sama dengan kanker.
-      Vulvektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening selangkangan pada salah satu atau kedua sisi tubuh.
-      Terapi penyinaran saja.
·      Kanker vulva stadium ll
-      Vulvektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening selangkangan kiri dan kanan.
-      Terapi penyinaran.
·      Kanker vulva stadium lll
-      Vulvektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening selangkangan dan paha.
-      Terapi radiasi dan kemoterapi diikuti oleh vulvektomik radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening kiri dan kanan.
-      Terapi penyinaran.
·      Kanker vulva stadium IV
-      Vulvektomi radikal dan pengangkatan kolon bagian bawah, rektum, atau kandung kemih.
-      Vulvektomi  radikal diikuti dengan terapi penyinaran.
-      Terapi penyinaran diikuti dengan vulvektomi radikal.
-      Terapi penyinaran (pada penderita tertentu) dengan atau tanpa kemoterapi dan mungkin juga diikuti oleh pembedahan.
·      Kanker vulva yang berulang
-      Eksisi lokal luas dengan atau tanpa terapi penyinaran.
-      Vulvektomi radikal dan pengangkatan kolon, rektum, atau kandung kemih.
-      Terapi penyinaran ditambah dengan kemoterapi dengan atau tanpa pembedahan.
-      Terapi penyinaran untuk kekambuhan lokal atau untuk mengurangi gejala nyeri, mual, atau kelainan fungsi tubuh.
k.    Pencegahan
Ada dua cara untuk mencegah kanker vulva :
·         Menghindari faktor resiko yang bisa dikendalikan.
·         Mengobati keadaan prekanker sebelum terjadinya kanker invasif.
Keadaan prekanker bisa ditemukan dengan menjalani pemeriksaan sistem reproduksi secara teratur dan memeriksakan setiap ruam, atau tahi lalat, benjolan atau kelainan vulva lainnya yang sifatnya menetap. Pengobatan NIV bisa mencegah sejumlah kasus kanker invasif.
Setiap wanita hendaknya mewaspadai setiap perubahan yang terjadi pada kulit vulva dengan melakukan pemeriksaan sendiri setiap bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar